Tingkatkan Kualitas dan Efisiensi melalui Audit Internal Standar ISO dan SMK3

Jakarta — PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON), sebuah perusahaan yang selalu berkomitmen terhadap kualitas, keselamatan, dan lingkungan kerja, telah memulai audit internal untuk menguji implementasi berbagai standar ISO serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Audit ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh unit kerja di perusahaan mematuhi standar internasional yang berlaku (05/07).

1. Menguji implementasi standar ISO 9001:2015, yang fokus pada sistem manajemen mutu.

2. Memastikan kepatuhan terhadap IATF 16949:2016, yang merupakan standar khusus untuk industri otomotif.

3. Memverifikasi penerapan ISO 45001:2018, yang mengatur sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

4. Menguji kesesuaian dengan ISO 14001:2015, yang berhubungan dengan sistem manajemen lingkungan.

5. Menilai implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) standar PP 50:2012 di seluruh unit kerja.

Lingkup audit internal ini mencakup seluruh aktivitas di bagian-bagian yang menerapkan standar ISO 9001:2015, IATF 16949:2016, ISO 45001:2018, ISO 14001:2015, dan SMK3 standar PP 50:2012. Kegiatan ini untuk mengevaluasi efektivitas, efisiensi, dan kepatuhan terhadap prosedur serta kebijakan yang telah ditetapkan, sekaligus mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan atau penguatan.

Audit internal ini dilakukan oleh tim auditor internal yang telah terlatih dan memiliki kompetensi dalam standar-standar tersebut. Hasil dari audit ini akan digunakan sebagai dasar untuk perbaikan berkelanjutan dan peningkatan kinerja perusahaan.

“Audit internal ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan bahwa seluruh proses operasional di WIKAIKON berjalan sesuai dengan standar internasional yang berlaku. Dengan mengimplementasikan standar ISO dan SMK3, kami berharap dapat meningkatkan kualitas, keselamatan, dan efisiensi di seluruh unit kerja kami. Kami percaya bahwa langkah ini akan membawa perusahaan ke level yang lebih tinggi dalam hal tata kelola dan kinerja.” Ujar Sidiq Purnomo.