Jembatan Overpass “Merah Putih AGM” Akses Aman, Masyarakat Nyaman

Hulu Sungai Selatan – Sebuah jembatan tidak hanya menghubungkan dua sisi, tapi juga menyatukan kepentingan industri, keselamatan publik, dan cita-cita pembangunan berkelanjutan. Hari ini, Jembatan Overpass “Merah Putih AGM” milik PT Antang Gunung Meratus (PT AGM) diresmikan di Desa Batu Bini, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dibangun oleh PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON), jembatan rangka baja (truss bridge) ini menjadi tonggak penting dalam pengelolaan transportasi industri yang aman dan ramah lingkungan. (16/07)

Dirancang untuk mendukung kelancaran logistik kendaraan tambang PT AGM, jembatan ini secara strategis memisahkan jalur operasional dan jalur umum. Dibangun melintasi Jalan Nasional dan Sungai Tumpahan Amandit, kehadiran jembatan ini memberikan dampak langsung berupa peningkatan keselamatan bagi masyarakat pengguna jalan, kelancaran mobilitas lokal, serta mengurangi potensi gangguan dari aktivitas operasional di atasnya. Sebagai upaya perlindungan tambahan, bagian bawah jembatan yang berada tepat di atas Jalan Nasional juga dilengkapi dengan sungkup pelindung untuk menjaga keamanan pengguna jalan dari kemungkinan jatuhan material.

“Jembatan ini kami dedikasikan untuk mendukung operasional yang aman dan tertib, sekaligus menghormati ruang hidup masyarakat sekitar. Kami ingin industri dan warga dapat tumbuh berdampingan,” ujar Alvensus Sihotang, Site Manager PT AGM.

Peresmian jembatan turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, termasuk Bupati HSS, Kapolda Kalsel, serta Komisaris Utama PT AGM, Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Badrodin Haiti. Dalam rangkaian acara, diserahkan juga berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat secara simbolis, seperti santunan anak yatim, sarana pendidikan, beasiswa, air bersih, dan sarana ibadah.

“Kami percaya bahwa infrastruktur yang baik harus menghasilkan dampak yang luas – tidak hanya untuk kelancaran proyek, tapi juga bagi kualitas hidup masyarakat,” ungkap Tri Prabowo, Direktur Utama WIKAIKON, yang turut hadir sebagai undangan. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan fisik bisa berjalan seiring dengan nilai-nilai sosial yang dijaga.

Proyek ini juga memperlihatkan pentingnya kehadiran industri konstruksi nasional yang adaptif dan berpihak pada kemajuan daerah. Jembatan Merah Putih AGM bukan hanya sekadar struktur baja, melainkan fondasi bagi konektivitas masa depan yang lebih aman dan manusiawi.

“Inilah wujud kontribusi nyata dari insan konstruksi Indonesia – menciptakan solusi teknik yang memperhatikan keberlanjutan, keselamatan, dan keberpihakan pada masyarakat,” tutup Tri Prabowo.


The “AGM Merah Putih AGM” Overpass Bridge: Safe Access, Comfortable Public Space

Hulu Sungai Selatan – A bridge does more than just connect two points—it unites industrial needs, public safety, and the vision of sustainable development. Today, the “Merah Putih AGM” Overpass Bridge owned by PT Antang Gunung Meratus (PT AGM) was officially inaugurated in Batu Bini Village, Hulu Sungai Selatan Regency. Built by PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON), this steel truss bridge stands as a significant milestone in the safe and environmentally conscious management of industrial transportation. (16/07)

Designed to support the smooth logistics of PT AGM’s mining operations, the bridge strategically separates industrial traffic from public roadways. Constructed over the National Road and the Tumpahan Amandit River, its presence brings immediate benefits, including enhanced safety for road users, improved local mobility, and reduced disruptions from above-ground operational activities. As an added safety measure, the underside of the bridge positioned directly above the National Road is equipped with protective shielding to safeguard road users from potential falling debris.

“This bridge is dedicated to supporting safe and orderly operations while respecting the living space of nearby communities. We believe that industry and society can thrive side by side,” said Alvensus Sihotang, Site Manager of PT AGM.

The inauguration was attended by various government officials and community leaders, including the Regent of Hulu Sungai Selatan, the South Kalimantan Regional Police Chief, and the President Commissioner of PT AGM, General (Ret.) Drs. Badrodin Haiti. The event also included the symbolic handover of community support programs, such as donations for orphans, educational facilities, scholarships, clean water infrastructure, and places of worship.

“We believe that quality infrastructure should bring broad and lasting impacts—not only for project efficiency but also for the well-being of the community,” stated Tri Prabowo, President Director of WIKAIKON, who was present as a guest of honor. He further emphasized that this collaboration serves as proof that physical development can progress alongside preserved social values.

This project also highlights the vital role of a responsive national construction industry that supports regional advancement. The “Merah Putih AGM” Bridge is more than a steel structure—it lays the foundation for a safer and more humane future in connectivity.

“This is a tangible contribution from Indonesia construction professionals—creating engineering solutions that embrace sustainability, safety, and a people-centered approach,” Tri Prabowo concluded.

PT WIJAYA KARYA INDUSTRI & KONSTRUKSI

Instagram : wikaindustrikonstruksi

Tiktok: wikaindustrikonstruksi

Youtube : WIKA Industri & Konstruksi

Facebook : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi

Linkedin : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi

Contact Us:

Corporate Secretary WIKA IKON 

info@wikaikon.co.id