TENTANG KAMI

TIMELINE TRANSFORMASI

Didirikan Sebagai Perusahaan Industri Trading Dengan Nama WIKA Intrade

Awal perusahaan berdiri sebagai Anak Usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan nama  PT Wijaya Karya Intrade yang bergerak dibidang industri trading telah memiliki reputasi yang baik serta kepercayaan dalam menjalani kegiatan bisnis industri.

Nama Perusahaan menjadi WIKA Industri & Konstruksi

Nama Perusahaan berubah menjadi PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON) dan bertransformasi menjadi perusahaan yang bergerak di bidang Fabrikasi Baja dan Industri Pressing, Plastic dan Casting (PPC) dalam rangka fokus pada profitabilitas yang mampu mendukung pertumbuhan perusahaan

Mendirikan Anak Usaha (WIMA) di Bidang Industri Manufaktur

Memiliki Anak Usaha bernama PT Wijaya Karya Industri Manufaktur (WIMA) yang bergerak dibidang industri manufaktur produk motor listrik (GESITS) menjadi langkah strategis dalam menciptakan captive market di bisnis produksi komponen otomotif.

Diversifikasi Bisnis di bidang Alat Berat Konstruksi

Bidang infrastruktur dan peralatan PT Wijaya Karya (Persero) merger dengan WIKON dalam rangka upaya diversifikasi bisnis sebagai penunjang kegiatan konstruksi di lingkungan internal maupun eksternal dengan aset alat berat konstruksi yang prima.

Peningkatan Kapasitas Produksi Pabrik Fabrikasi Baja

Pabrik Pabrikasi Baja baru di Majalengka mulai beroperasi sebagai upaya peningkatan kapasitas produksi dalam rangka pemenuhan target produksi Pabrik Fabrikasi Baja dan pembaharuan teknologi automasi mesin produksi serta fasilitas produksi yang ada di Pabrik Fabrikasi Baja WIKON

Peningkatan Kepemilikan Saham dan Pengambilalihan Hak Design Industri GESITS

Peningkatan kepemilikan saham atas WIMA dan Pembelian Hak Desain Industri motor listrik (GESITS) merupakan upaya pengambilalihan kendali penuh atas kegiatan usaha WIMA agar tercapainya sasaran strategis yang telah direncanakan.

Restrukturisasi Keuangan dan Portofolio Usaha

Dampak adanya pandemic COVID-19 membuat seluruh stakeholder ataupun pelaku usaha bertahan dan beradaptasi dengan kondisi sehingga diperlukan perencanaan korporasi yang strategis dengan cara restrukturisasi keuangan dan portfolio.