Berita WIKAIKON

Berita WIKAIKON

Rangka Baja seberat 1560 Ton Terpasang di Jembatan KA Elevated Palang Joglo

Rangka Baja seberat 1560 Ton Terpasang di Jembatan KA Elevated Palang Joglo   Jakarta, 28 Juli 2023 – PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON) selaku pelaksana PengadaanMaterial, Pabrikasi dan Instalasi Jembatan Rangka Baja Rangka Baja pada Proyek Pembangunan Jalur KAElevated antara Solo Balapan – Kadipiro KM 104 +700 S.D KM. 107+000 (Tahap 1) menorehkan pencapaianterbaru.Lifting Jembatan Rangka Baja berwarna traffic red dengan tinggi 40 meter ini telah berhasil dilakukan. Pekerjaan dengan risiko dan kompleksitas tinggi ini dilakukan menggunakan crane dengan kapasitas angkat 275 Ton, di tengah tantangan keterbatasan ruang. Keberhasilan ini menurut Direktur Utama WIKAIKON, Agus Pramono menjadi bukti komitmen WIKAIKONuntuk menjaga progress pekerjaan sesuai dengan target yang diberikan oleh pemberi kerja dan tetap memperhatikan safety excellence.Selain itu, Rangka Utama Jembatan KA Elevated Simpang Tujuh Joglo ini didesain tanpa baut. maka bagian bagian Rangka harus disambung dengan pengelasan pada ketinggian hingga 40 meter dari permukaan tanah. Pekerjaan pengelasan menjadi tantangan tersendiri pada proyek ini, sebab adanya berbagai posisi pengelasan pada pekerjaan rangka baja ini sehingga dibutuhkan Welder khusus yg bersetifikat 6G atau (AllPosition) untuk dapat mendapatkan hasil sambungan las yang sempurna dan untuk menjaga mutu pekerjaan WIKAIKON melakukan 100% Ultrasonic Test untuk setiap sambungan Pipa.   “Proyek Palang Joglo merupakan kolaborasi yang baik antara kontraktor pelaksana utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Bhakti Karya Utama selaku maincon, konsultan PT. Raya Konsult sebagai perencana desain, serta WIKAIKON selaku fabricator dan instalator, dimana engineering WIKAIKON melakukan analisa Construction Engineering Services untuk mengevaluasi tahapan urutan pekerjaan dan perubahan perilaku struktur pada fase konstruksi install jembatan (stagging analysis for installation), memastikan setiap tahapan konstruksi aman dan presisi sesuai dengan perencanaan desain”, ujar Direktur Utama WIKAIKON, Agus Pramono. Warna merah pada tiang baja sendiri memiliki filosofi dengan menunjukan keberanian, menggabungkanelemen-elemen tradisional dan modern dalam desainnya. Estetika khas Joglo Jawa yang terkenal telah dijaga dengan mempertahankan atap khas Joglo, dengan sentuhan elemen baja yang elegan dan minimalis. Hasilnya adalah sebuah karya arsitektur yang memadukan keindahan dan fungsionalitas yang sempurna.“Keberhasilan ini merupakan kerjasama dan keberanian bersama dalam kolaborasi. Kami optimis akandapat menghadirkan lebih banyak lagi pembangunan yang mengedepankan aspek keberlanjutan.  Melalui kontribusi Pekerjaan, PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi mendapatkan pengalaman melaksanakan pekerjaan untuk menghadirkan wajah baru yang iconic di Solo untuk pengembangan infrastruktur”, tutupAgus Pramono.   PT WIJAYA KARYA INDUSTRI & KONSTRUKSI Instagram : wikaindustrikonstruksi Tiktok: wikaindustrikonstruksi Youtube : WIKA Industri & Konstruksi Facebook : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Linkedin : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Contact Us: ——————– Corporate Secretary WIKA IKON  info@wikaikon.co.id

Berita WIKAIKON

Press release WIKA Ikon berkolaborasi dengan IBC dorong percepatan ekosistem sepeda motor listrik

WIKAIKON Berkolaborasi Dengan IBC Dorong Percepatan Ekosistem Sepeda Motor Listrik JAKARTA – Indonesia Battery Corporation (IBC) telah mengambilalih sebagian kepemilikan saham PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKAIKON) di PT Wika Industri Manufaktur (WIMA) sebagai produsen dari motor listrik Gesits. Diharapkan kolaborasi WIKON dan IBC dapat mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik roda dua di Indonesia sekaligus mendukung program pemerintah dalam percepatan atas Komitmen dalam mencapai net zero emission di 2060. Nantinya, TKDN Gesits yang sekarang sudah mencapai 47 persen dapat dinaikkan menjadi 60 persen dengan didukung kapabilitas perakitan baterai kendaraan listrik dalam negeri yang terintegrasi oleh IBC PT WIJAYA KARYA INDUSTRI & KONSTRUKSI Instagram : wikaindustrikonstruksi Tiktok: wikaindustrikonstruksi Youtube : WIKA Industri & Konstruksi Facebook : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Linkedin : PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Contact Us: ——————– Corporate Secretary WIKA IKON  info@wikaikon.co.id

Berita WIKAIKON

WIKON – Matiere gelar produksi perdana girder Unibridge untuk ekspor ke Filipina

  PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON) melaksanakan produksi perdana Girder Unibridge Matiere di pabrik baja WIKON di Balaraja, Banten, Rabu (24/4). Produksi ini berlangsung sejalan dengan penandatangan Supply Purchase Agreement of Girder Unibrigde for Balitawak Philippine Project antara WIKON dan Matiere oleh Direktur Utama WIKON Koko Cahyo Kuncoro dengan Headquarter Deputy Director of South East Asia Matiere Paul Antoine Nicolaudie. Produksi perdana ini turut disaksikan oleh M Jean-Charles Berthonnet, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Direktur WIKA Agung Budi Waskito, bersama jajaran Komisaris dan Direksi WIKON. Proyek Balitawak Philippine Project akan menjadi proyek kedua kerjasama WIKA dan Matiere setelah Proyek Strategis Nasional Flyover Teluk Lamong di Jawa Timur. Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan pembangunan jalan dan jembatan kerangka baja antara WIKA, selaku induk dari WIKON dan Matiere di Jakarta, pada 29 Maret 2017 lalu, di hadapan Presiden Perancis kala itu, François Hollande. Pada saat meninjau proses produksi perdana, Menteri Basuki menyatakan dukungan penuhnya terhadap kerjasama yang terjalin antara WIKON dengan Matiere. Beliau berharap WIKA sebagai Induk Usaha mampu mengimplementasi dan mendorong terciptanya teknologi – teknologi baru dalam pembangunan infrastruktur. “Kita berharap kerjasama ini tidak hanya sebatas transfer knowledge saja, karena saya yakin WIKA juga memiliki kemampuan dan teknologi yang bisa diimpor dan di ekspansi keluar negeri,” tutupnya. Lebih lanjut, delegasi Perancis bersama Kementerian PUPR, dan Kementerian BUMN kemudian meninjau pada lokasi Fabrikasi Box Girder yang diperuntukkan bagi Proyek Tol Kunciran yang dilanjutkan ke lokasi Fabrikasi Box Girder Unibridge dan Rotator yang diikuti dengan Demo Welding Carried dan Demo Erection Jembatan. Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah meninjau proses Demo Reamer Machine. Teknologi yang dikerjasamakan antara WIKON dengan Matiere Perancis akan mulai dipasarkan di Indonesia karena faktor efisien dan instalasi yang jauh lebih cepat sehingga mengurangi gangguan terhadap lalulintas secara signifikan. WIKON telah menambah kapasitas produksi dimana produk Matiere ini salah satu produk yang dapat dilayani selain box girder konvensional dan juga mampu melayani struktur bangunan gedung dan bangunan industri serta produk baja lainnya termasuk penanganan pipa.  

Berita WIKAIKON

Ridwan kamil meninjau proses produksi sepeda motor gesits

Gubenur Jawa Barat (JABAR) Ridwan Kamil didampingi oleh Direktur Keuangan PT Migas Hulu Jabar Punjul Prabowo, dan Direktur Utama PT Energi Negeri Mandiri Rully beserta jajarannya,melakukan kunjungan ke Pabrik PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) produsen Motor Listrik GESITS di Kawasan Industri WIKA (KIW) Cileungsi, Bogor–Jawa Barat pada hari Selasa (27/4/). Direksi WIMA dan Direksi PT WIKA Industri & Konstruksi (WIKA IKON) menyambut baik kunjungan Ridwan Kamil beserta jajaran untuk meninjau Proses Produksi Motor Listrik GESITS. Direktur Operasi PT Wika Industri & Konstruksi, Eka Santoso dalam sambutan menyampaikan kedatangan Ridwan Kamil dan jajaran menjadikan energi & semangat yang luar biasa bagi WIMA. Direktur Utama WIMA, Muhammad Samyarto, mengungkapkan Produk Motor Listrik GESITS ini telah menggunakan komponen – komponen dalam negeri sebesar 85% sehingga untuk ketersedian Spare Part cukup terjamin dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 46,73%. Samyarto menambahkan bahwa WIMA berupaya melakukan program Pengembangan jaringan charging perkotaan dalam mendukung konversi dari kendaraan bermotor fosil ke basis listrik. Pada kesempatan hari ini WIMA siap mendukung pemerintah dalam memproduksi sepeda motor listrik, tidak hanya memasarkan melalui jaringan purna jual dan suku cadang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna GESITS. Sambutan positif pun disampaikan Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil, kunjungan ini merupakan bagian dari Apresiasinya bahwa Jawa Barat menjadi wilayah untuk infrastruktur dan Produksi Motor Listrik. Motor Listrik ini mendukung upaya konvervasi energi karena produk ini ramah lingkungan tidak berbasis bahan bakar fosil. Pada kesempatan ini juga Ridwan Kamil menyampaikan Motor GESITS sudah mencapai hasil review yang bagus, jika dibandingkan motor listrik lain di Indonesia pungkasnya. Harapannya harus tetap melakukan evaluasi untuk disempurnakan, sehingga tidak ada komplain dari segi kualitas, secara proses produksi baik di WIMA dan WIKA IKON sudah mengadaptasi Budaya Manufaktur Jepang dan itu bagus. Sekarang tantangannya adalah menciptakan desain motor listrik yang dapat menjangkau ke berbagai segmen konsumen dengan pilihan model yang beragam, tidak hanya tipe motor bebek tetapi ada tipe seperti urban, adventure atau lainnya. Lebih lanjut Ridwan Kamil menambahkan GESITS ini cocok sebagai pilihan untuk mengalihkan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik. Program mengalihkan kendaraan operasional kedinasan ke kendaraan listrik hal tersebut menghemat pengeluaran anggaran biaya BBM hingga satu per limanya. Harapan beliau agar penggunaan sepeda motor listrik meningkat terutama di wilayah Provinsi Jawa Barat sebesar 30% ditahun 2030. Iya menutup pembicaraan meyakini Insinyur-insinyur WIKA Group mampu menjawab tantangannya tidak hanya menciptakan Motor Listrik tapi Kompor Listrik dengan watt rendah atau lainnya untuk menjaga lingkungan tetap hijau dan asri.Public RelationsSekretariat PerusahaanPT WIKA Industri & KonstruksiFacebook : wika_industrikonstruksi Instagram : wikaindustrikonstruksiYoutube : wika_industrikonstruksiLinkedin : PT WIKA Industri & KonstruksiTiktok : wikaindustrikonstruksi

Berita WIKAIKON

Wika ikon bersama PT JPPI, menjalin sinergitas antar anak perusahaan BUMN

Tangerang – Menindaklanjuti kunjungan PT Pelindo II ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka dalam rangka penjajakan kerjasama terkait produksi peralatan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan milik PT Pelindo II, PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (PT JPPI) yang merupakan anak perusahaan dari PT Pelindo II berkunjung ke Pabrik Fabrikasi Baja Tangerang milik WIKA IKON (18/09). Turut hadir dalam kunjungan tersebut adalah Direktur Eksekutif PT JPPI Bapak Herry Purwono dan disambut oleh Direktur Operasi PT WIKA IKON Bapak Hermawan Dhewayanto, Direktur Produksi Bapak Cholis Prihanto, Tim Manajemen dan Tim Pabrik Fabrikasi Baja Tangerang. Acara yang dimulai dengan safety induction tersebut dilanjutkan dengan pemaparan terkait profil pabrik dan progress pekerjaan yang sedang berlangsung di pabrik. Kemudian dilanjutkan dengan Factory Visit serta diskusi terkait tindak lanjut kerjasama antar dua anak perusahaan BUMN ini. Bapak Herry sangat antusias selama melaksanakan factory visit. Ia mengatakan bahwa “WIKA IKON memiliki fasilitas mesin dan pengalaman yang sangat mencukupi untuk dapat bekerjasama dengan PT JPPI dalam memproduksi alat-alat berat di Pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo II,”jelas Herry.“SInergi antar anak perusahaan BUMN ini akan menjadi sinergitas yang sangat baik saat ini untuk memajukan Pelabuhan di Indonesia,”tutup Herry. Pabrik Fabrikasi Baja Tangerang adalah salah satu pabrik fabrikasi baja milik WIKA IKON yang memiliki luas 58.000 m2 dan dilengkapi dengan 11 jalur produksi. Pabrik yang berkapasitas mencapai 37.500 ton/tahun ini sudah memproduksi banyak produk unggulan salah satunya Jembatan Modular Unibridge yang sudah diekspor ke luar negeri.  

Berita WIKAIKON

Pabrik fabrikasi baja Majalengka menerima kunjungan PT Pelindo II

Acara dimulai dengan Safety Induction dan dilanjutkan dengan paparan terkait Profil Pabrik dan Bisnis WIKA IKON serta Factory Visit. Zuhri Iryansyah menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka milik WIKA IKON ini adalah dalam rangka penjajakan kerjasama terkait produksi peralatan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan milik PT Pelindo II.”Kami ingin berkolaborasi dengan perusahaan dalam negeri utamanya BUMN untuk memproduksi alat-alat berat di pelabuhan kami, sehingga sinergi antar BUMN dapat terjalin dengan baik.”jelas Zuhri. Direktur Utama JPPI menjelaskan bahwa fasilitas di Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka cukup baik untuk memproduksi kebutuhan peralatan pelabuhan yang dikelola PT JPPI. Harapannya setelah ini kerjasama antar anak perusahaan BUMN ini dapat ditindaklanjuti dengan dibuatkan MOU, tutup Bunyamin. Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka adalah salah satu pabrik milik PT WIKA IKON yang memiliki luas 29,5 ha dengan kapasitas produksi mencapai 75.000 ton/tahun. Pabrik ini ditargetkan akan memulai produksi perdana pada akhir semester 2 tahun 2020. Majalengka – Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka menerima kunjungan PT Pelindo II dan Anak Perusahaannya yaitu PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI) (11/09). Dihadiri oleh Direktur Teknik PT Pelindo II Zuhri Iryansyah, VP Peralatan Irwan S, DVP Alat Bongkar Muat Arif.M, Direktur Utama PT JPPI Bunyamin Sukur dan Direktur Eksekutif PT JPPI Herry Purwono. Kunjungan ini disambut oleh Direktur Operasi I PT WIKA Hananto Aji, Direktur Utama PT WIKA IKON Koko Cahyo Kuncoro, Direktur Operasi Hermawan Dhewayanto, Direktur Peralatan Eka Santoso serta Tim Manajemen dan Tim Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka. Acara dimulai dengan Safety Induction dan dilanjutkan dengan paparan terkait Profil Pabrik dan Bisnis WIKA IKON serta Factory Visit. Zuhri Iryansyah menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka milik WIKA IKON ini adalah dalam rangka penjajakan kerjasama terkait produksi peralatan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan milik PT Pelindo II.”Kami ingin berkolaborasi dengan perusahaan dalam negeri utamanya BUMN untuk memproduksi alat-alat berat di pelabuhan kami, sehingga sinergi antar BUMN dapat terjalin dengan baik.”jelas Zuhri. Direktur Utama JPPI menjelaskan bahwa fasilitas di Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka cukup baik untuk memproduksi kebutuhan peralatan pelabuhan yang dikelola PT JPPI. Harapannya setelah ini kerjasama antar anak perusahaan BUMN ini dapat ditindaklanjuti dengan dibuatkan MOU, tutup Bunyamin. Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka adalah salah satu pabrik milik PT WIKA IKON yang memiliki luas 29,5 ha dengan kapasitas produksi mencapai 75.000 ton/tahun. Pabrik ini ditargetkan akan memulai produksi perdana pada akhir semester 2 tahun 2020. Majalengka – Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka menerima kunjungan PT Pelindo II dan Anak Perusahaannya yaitu PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI) (11/09). Dihadiri oleh Direktur Teknik PT Pelindo II Zuhri Iryansyah, VP Peralatan Irwan S, DVP Alat Bongkar Muat Arif.M, Direktur Utama PT JPPI Bunyamin Sukur dan Direktur Eksekutif PT JPPI Herry Purwono. Kunjungan ini disambut oleh Direktur Operasi I PT WIKA Hananto Aji, Direktur Utama PT WIKA IKON Koko Cahyo Kuncoro, Direktur Operasi Hermawan Dhewayanto, Direktur Peralatan Eka Santoso serta Tim Manajemen dan Tim Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka. Acara dimulai dengan Safety Induction dan dilanjutkan dengan paparan terkait Profil Pabrik dan Bisnis WIKA IKON serta Factory Visit. Zuhri Iryansyah menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka milik WIKA IKON ini adalah dalam rangka penjajakan kerjasama terkait produksi peralatan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan milik PT Pelindo II.”Kami ingin berkolaborasi dengan perusahaan dalam negeri utamanya BUMN untuk memproduksi alat-alat berat di pelabuhan kami, sehingga sinergi antar BUMN dapat terjalin dengan baik.”jelas Zuhri. Direktur Utama JPPI menjelaskan bahwa fasilitas di Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka cukup baik untuk memproduksi kebutuhan peralatan pelabuhan yang dikelola PT JPPI. Harapannya setelah ini kerjasama antar anak perusahaan BUMN ini dapat ditindaklanjuti dengan dibuatkan MOU, tutup Bunyamin. Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka adalah salah satu pabrik milik PT WIKA IKON yang memiliki luas 29,5 ha dengan kapasitas produksi mencapai 75.000 ton/tahun. Pabrik ini ditargetkan akan memulai produksi perdana pada akhir semester 2 tahun 2020. Majalengka – Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka menerima kunjungan PT Pelindo II dan Anak Perusahaannya yaitu PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI) (11/09). Dihadiri oleh Direktur Teknik PT Pelindo II Zuhri Iryansyah, VP Peralatan Irwan S, DVP Alat Bongkar Muat Arif.M, Direktur Utama PT JPPI Bunyamin Sukur dan Direktur Eksekutif PT JPPI Herry Purwono. Kunjungan ini disambut oleh Direktur Operasi I PT WIKA Hananto Aji, Direktur Utama PT WIKA IKON Koko Cahyo Kuncoro, Direktur Operasi Hermawan Dhewayanto, Direktur Peralatan Eka Santoso serta Tim Manajemen dan Tim Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka. Acara dimulai dengan Safety Induction dan dilanjutkan dengan paparan terkait Profil Pabrik dan Bisnis WIKA IKON serta Factory Visit. Zuhri Iryansyah menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka milik WIKA IKON ini adalah dalam rangka penjajakan kerjasama terkait produksi peralatan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan milik PT Pelindo II.”Kami ingin berkolaborasi dengan perusahaan dalam negeri utamanya BUMN untuk memproduksi alat-alat berat di pelabuhan kami, sehingga sinergi antar BUMN dapat terjalin dengan baik.”jelas Zuhri. Direktur Utama JPPI menjelaskan bahwa fasilitas di Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka cukup baik untuk memproduksi kebutuhan peralatan pelabuhan yang dikelola PT JPPI. Harapannya setelah ini kerjasama antar anak perusahaan BUMN ini dapat ditindaklanjuti dengan dibuatkan MOU, tutup Bunyamin. Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka adalah salah satu pabrik milik PT WIKA IKON yang memiliki luas 29,5 ha dengan kapasitas produksi mencapai 75.000 ton/tahun. Pabrik ini ditargetkan akan memulai produksi perdana pada akhir semester 2 tahun 2020. Majalengka – Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka menerima kunjungan PT Pelindo II dan Anak Perusahaannya yaitu PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI) (11/09). Dihadiri oleh Direktur Teknik PT Pelindo II Zuhri Iryansyah, VP Peralatan Irwan S, DVP Alat Bongkar Muat Arif.M, Direktur Utama PT JPPI Bunyamin Sukur dan Direktur Eksekutif PT JPPI Herry Purwono. Kunjungan ini disambut oleh Direktur Operasi I PT WIKA Hananto Aji, Direktur Utama PT WIKA IKON Koko Cahyo Kuncoro, Direktur Operasi Hermawan Dhewayanto, Direktur Peralatan Eka Santoso serta Tim Manajemen dan Tim Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka. Acara dimulai dengan Safety Induction dan dilanjutkan dengan paparan terkait Profil Pabrik dan Bisnis WIKA IKON serta Factory Visit. Zuhri Iryansyah menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka milik WIKA IKON ini adalah dalam rangka penjajakan kerjasama terkait produksi peralatan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan milik PT Pelindo II.”Kami ingin

Berita WIKAIKON

Site visit QSHE WIKA Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka

Bogor – Tim QSHE PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melaksanakan Site Visit QSHE ke Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka (03/09). Site Visit ini merupakan bentuk dukungan dari WIKA terhadap pembangunan Pabrik Fabrikasi Baja baru milik WIKA IKON di Majalengka. Site Visit QSHE dipimpin oleh Direktur QSHE WIKA Bapak Rudy Hartono yang juga merupakan Komisaris Utama WIKA IKON dan Direktur Human Capital WIKA Bapak Murysid dan diikuti oleh Tim Manajemen QSHE WIKA. Acara diawali dengan pemaparan terkait Safety Induction Pabrik oleh QHSE Pabrik dan pemaparan terkait profil Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka oleh Manajer Pabrik Bapak Achsin Sulfahoni, dilanjutkan dengan Site Visit untuk meninjau implementasi QSHE di Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka dalam rangka persiapan beroperasinya pabrik baru milik WIKA IKON ini. Acara ditutup dengan pengisian lembar inspirasi. “Manajemen Pabrik dirasa perlu untuk terus meningkatkan penerapan K3 di seluruh area kerja dan lingkungan pabrik. Seluruh perizinan juga harus segera diselesaikan untuk kemudahan saat pabrik sudah mulai berproduksi,” ujar Rudy.Pabrik Fabrikasi Baja Majalengka adalah Pabrik baru milik WIKA IKON dan memiliki kapasitas mencapai 75.000 ton/tahun. Pabrik ini mengukuhkan peran WIKA IKON dalam industri baja nasional, Pabrik yang dilengkapi dengan mesin robotic dan semi automatic ini akan menghasilkan produk baja bermutu tinggi dan berkualitas.  

Berita WIKAIKON

Kunjungan kerja Dewan Komisaris ke Pabrik Bogor WIKA

Jajaran Dewan Komisaris melakukan plan tour ke Pabrik PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKA IKON) di Kawasan Industri WIKA (11/08). Para anggota Dewan Komisaris yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Eddy Kristanto, Akhmadi Tricahyono, R.Permadi Mulajaya, Dini Yulianti dan Sulistyo selaku Komite Audit serta Rini Astuti selaku Sekretaris Komisaris. Kunjungan ini didampingi oleh Sekretaris Perusahaan Purwanto Agustiono dan Manajer Pabrik Plastic, Pressing & Casting (PPC) Rudy Heryadi serta Direksi dari PT Wijaya Karya Industri Manufaktur (WIMA) M.Samyarto dan Trihari Agus Riyanto. Kunjungan Dewan Komisaris ini dimaksudkan untuk memperkenalkan Pabrik yang dimiliki oleh WIKA IKON kepada dua anggota dewan komisaris yang baru bergabung, yaitu R.Permadi Mulajaya dan Dini Yulianti. Pengenalan perusahaan ini merupakan salah satu prosedur yang harus dilalui setiap Direksi atau Komisaris yang baru dalam Good Corporate Governance (GCG). Dengan adanya pengenalan perusahaan ini, para anggota yang baru bergabung dapat mengetahui secara langsung kapasitas produksi yang dimiliki oleh WIKA IKON sehingga  dalam melakukan tugas pengawasannya kepada kemampuan direksi dan perusahaan, dapat mempunyai data dan informasi yang cukup sebagai pegangan agar kinerja perusahaan dapat terjaga dengan baik di level maksimal. Kunjungan diawali dengan paparan dari Manajer Pabrik PPC dan Direktur WIMA dilanjutkan dengan plan tour ke Pabrik Assembly Motor Listrik GESITS dan Pabrik PPC. Dalam kunjungan ini Dewan Komisaris sangat antusias dengan diversifikasi bisnis yang dimiliki oleh WIKA IKON mulai dari industri baja, alat berat hingga industri manufaktur dan otomotif. Dengan diversifikasi bisnis ini Dewan Komisaris berharap WIKA IKON akan menjadi lebih maju dan berkembang untuk kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar pabrik, dengan semangat Bersama Kita Bisa!!.

Berita WIKAIKON

Canggih, space frame indah di Bandara Hasanuddin Makassar dibuat WIKA ikon

Ikut mendukung pembangunan infrastruktur di Timur Indonesia, PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKA IKON) berkontribusi dalam pembangunan pengembangan perluasan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Dalam proyek pengembangan ini, terminal yang sudah ada tersebut akan diperluas menjadi 144.480 meter persegi dari luas saat ini yang hanya 51.815 meter persegi. Dengan begitu, kapasitas penumpang juga akan meningkat menjadi 15,5 juta penumpang per tahun, dari kapasitas saat ini yang hanya 7 juta penumpang per tahun. WIKA IKON dipercaya untuk mengerjakan rangka atap baja space frame Terminal Utama & Terminal Sisi Selatan dengan luas terminal utama adalah 30.677 m2 dan terminal selatan adalah 17.802 m2. Space frame yang diproduksi WIKA IKON memiki keunggulan tersendiri diantaranya memiliki bentang besar diantara kolom,  memberikan geometric lengkung yang bebas (free-form) sehingga dapat dibentuk kubah setengah bola, kubah elips, kubah parabola, maupun torus. Space frame ini juga memiliki bobot yang ringan serta estesis (lebih indah). Metode erection yang digunakan adalah Block System & Spider System yaitu menggunakan alat angkat Tower Crane dengan JIB 60 M dan 70 M dan Crane dengan kapasitas 80 ton yang diangkat menggunakan spider atau block system dimana menyesuaikan dengan jarak dan beban angkat space frame tersebut. Bandara yang ditargetkan selesai pada tahun 2020 ini akan menjadi hub (penghubung0 wilayah Indonesia Timur. Dengan desain bandara yang unik yaitu berbentuk kupu-kupu akan menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke kawasan Indonesia Timur sehingga diharapkan dengan perluasan Bandara Sultan Hasanuddin ini dapat meningkatkan pariwisata maupun perekonomian di Timur Indonesia.

Berita WIKAIKON

Kunjungan Duta Besar Republik Belarus untuk Republik Indonesia & ASEAN

Bogor- Sejalan dengan semangat pemerintah untuk mengejar ketertinggalan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) RI pada tahun berjalan, penerapan strategi Foreign Trade Scheme melalui Kementerian Luar Negeri (KEMENLU) merupakan salah satu langkah konkrit yang dilakukan oleh Pemerintah dalam mendongkrak 2 dari 4 komponen utama dari PDB yaitu Investasi dan Ekspor Bersih (Total ekspor yang dikurangi Total Impor), KEMENLU mengajak delegasi Republik Belarus meninjau Proses Produksi Motor Listrik GESITS ke Pabrik Assembly Motor Listrik GESITS di Kawasan Industri WIKA, Bogor (13/02). Turut hadir dalam kunjungan ini Duta Besar Republik Belarus H.E.Valery Kolesnik dan Konselor Perdagangan & Ekonomi Republik Belarus Aliaksei Lachymau didampingi oleh Direktur Eropa III Ditjen Amerika & Eropa KEMENLU Adrian Wicaksono, Kasubdit III Gunadi Adisasmita dan Sekretaris Kedua Agnes Okvanni yang disambut langsung oleh Direktur II WIKA IKON Moch.Cholis Prihanto, Direktur Keuangan WIMA Tri Hari Agus Riyanto, Direktur Utama WINNER Andi Nugraha dan Manajer Divisi Produksi WIKA IKON Windya Darmawan beserta jajarannya. Proses Produksi Motor Listrik GESITS ini dipandang salah satu Pionir Electric Vehicle di Indonesia, dengan harapan terjadi Sinergi antara produsen Electric Vehicle di Republik Belarus melalui rencana Business Forum Belarusia di Jakarta tanggal 31 Maret 2020 bisa menjadi salah satu wadah dalam pelaksanaan dan penerapannya. Kunjungan diawali dengan meninjau langsung proses produksi di Pabrik PPC meliputi plastik, pressing serta proses pengelasan chassis motor GESITS dengan Robotic Welding Machine. Dipenghujung kunjungan delegasi diajak untuk meninjau proses Assembly dan melakukan Test Drive Motor Listrik GESITS.“Apresiasi pencapaian hasil kerja nyata Anak Bangsa (Motor Listrik GESITS) ini akan menjadi salah satu bahan pembahasan lanjut KEMENLU dalam mempromosikan produk-produk Indonesia dikancah dunia,” tutup Adrian.